Pesan Sebelum Akhir

Kemarin, kini atau pun besok
Yang tidak pernah melambaikan tangan
Namun selalu menyambut kedatangan dengan kecupan
Aku tidak pernah tau, apakah itu caramu menyatakan cinta

Sewaktu belia, aku tidak pernah penasaran, hari ini hari apa
Tak sekali pun aku bertanya
Kini aku merasa aku harus tau nama nama semua hari itu
Aku yang terlalu memburu, sementara waktu sama sekali tidak menunggu

Anyaman rotan yang tersimpan rapi di kepala ku, yang kau juga pasti mengenali nya
Entah dimana, di suatu kubangan kusam
Yang di dalam nya hidup sekumpulan orang orang yang sudah setengah bau tanah
Disitu kita membakar tubuh tubuh yang tak pernah habis

Kita meniti bekas bekas abu yang tak sempat diguyur hujan
Menyirami tenggorokan yang diretas kemarau
Aku memenuhi janji ku saat itu
Kita benar benar menyenangkan diri kita

Aku tidak ingin terlibat dalam bahasa bahasa rumit di kepala mu
Aku cuma bilang, si gila yang senang berandai andai itu
Nah, ku serahkan padamu!
Kau jangan berlagak tuli, anggap saja itu secuil nyanyian yang melelapkan tidur mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar