Kreativitas Dibatasi, Mahasiswa Lakukan Aksi Damai kepada Rektorat


Mahasiswa melakukan aksi damai di depan kampus Nommensen 


Sejumlah mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas HKBP Nommensen melakukan aksi damai kepada rektorat terkait pemutusan arus listrik pentas musik. 

Berdasarkan keterangan Dicky Manullang, Mahasiswa FBS 2016, Nommensen, mahasiwa FBS berisinisiasi melakukan penggalangan dana berupa pentas musik untuk kegiatan penanaman seribu pohon di Parapat mendatang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa terhadap lingkungan dan alam. 

Pentas musik yang diadakan sejak 16 Maret itu ditentang oleh pihak rektorat dikarenakan tidak memiliki surat ijin melakukan kegiatan. "orang itu gak bisa nunjukkan pasal berapa ada peraturan macam itu, tapi yaudah kita akhirnya bikin surat permohonan ijin dengan syarat jam 5 sore harus bubar".

Hingga hari ketiga, 18 Maret 2019, kegiatan penggalangan dana harus berakhir dikarenakan aksi pencabutan arus listrik oleh pihak rektorat. Pencabutan arus listrik dilakukan dua kali berturut turut hingga menyebabkan sound pribadi mahasiswa terbakar. "Yang dipermasalahkan arus listrik? Sedangkan seperti yang kita tau kita semua bayar BOP kan?" tanya Dicky ketus. 

Respon negatif yang dilakukan pihak rektorat menimbulkan pertanyaan besar bagi para mahasiswa yang telah melakukan kegiatan positif di kampus. Dengan diadakannya aksi damai, mahasiwa berharap ada tanggapan positif dari rektorat. 

Hidup mahasiwa! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar