Tim relawan Mapalasu dan Mapala UGL melakukan pembersihan jalan dan pemukiman warga
Medan, Sumatera Utara
Banjir bandang yang melanda Kutacane, kabupaten Aceh Tenggara menyebabkan puluhan rumah warga hanyut terbawa arus sungai serta merusak berbagai fasilitas umum.
Banjir bandang yang terjadi sejak awal Desember 2018 lalu disebabkan oleh penebangan liar di kaki gunung Perkison disertai curah hujan tinggi. Pemerintah daerah menurunkan bantuan berupa BASARNAS serta meminta relawan untuk turut serta membantu pemulihan jalan, serta pembersihan pemukiman warga yang terendam banjir lumpur setinggi lutut orang dewasa.
Mahasiswa Pencinta Alam Sumatera yakni MAPASTA UINSU, KOMAPAL Panca Budi, Matripala Tri Guna Darma, Gempahr Harapan turun langsung ke lokasi kejadian sejak 4 Januari 2019. "Mapala Sumatera sama Mapala Universitas Gunung Leuser bekerja sama untuk mendirikan posko relawan banjir di kampus UGL" kata Zulfikar Noor selaku ketua PKD Sumatera.
Menurut Sulpi Sahwali, ketua umum Mapala UGL menyatakan bahwa pentingnya memberi sosialisasi kepada masyarakat tentang pengelolaan hutan lindung, sistem tebang pilih, dan pengurangan penggunaan kayu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar