Ada sesuatu yang tak beres di sekitar dadaku. Aku merindukanmu yang tiba tiba menghilang tiada kabar. Rindu ini membuat ku amat sesak. Kau dimana? Aku masih disini, di tempat yang sama menanti kepulanganmu seperti biasa. Kau yang ku mau, besok bertemu. Besok yang tidak tau kapan, pastinya besok!
Beberapa waktu lalu udara dingin masih kita rasakan di tempat dan suasana hati yang sama. "Peluk aku erat, mungkin ini malam terakhirmu bersamaku" ucapmu. Seketika air mataku mengalir, aku merindukanmu malam itu walau kau masih dalam pelukanku. Kau hantarkan aku ke toko obat. Kau tak tau bahwa apa yang kurasakan ini sungguh tidak ada obatnya.
Di ujung jalan mata kita saling memandang seolah tak ingin berpisah. Aku dengan sisa air mata di pipiku masih berdiri hingga kau tak lagi terlihat tertutup kegelapan. Kurelakan kau pergi meninggalkanku yang masih berpeluk pedih. Walau aku tak tau kapan kan bertemu lagi.
Aku tidak peduli dengan benar tidaknya jalanku ini. Aku bahkan tidak peduli jika aku ini terlalu naif. Aku pun tidak peduli jika kau hanya sebatas saudara yang amat kukasihi. Yang ku tau aku hampa tanpa hadirmu. Tak sedikit pun aku bisa tenang bila tidak mengetahui keadaanmu. Sekali lagi kau dimana?
Gelisah hingga makan pun tak bertenaga. Hujan sore tadi menyamarkan tangisku yang tak henti. Apa kau baik baik saja? Ku mohon, beri aku petunjuk agar aku tenang sejenak. Menunggu adalah keahlianku, tapi kali ini aku tak bisa melakukannya. Kau bahkan tidak bicara sedikit pun tentang keberadaanmu.
Lagi lagi namamu kan terucap dalam doaku. Memohon agar kau baik baik saja. Dimana pun!
Pulanglah..
Aku menunggumu, sayang..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar