Sosialisasi Pusat Koordinasi Daerah MAPALA- SU



Sosialisasi Pusat Koordinasi Daerah MAPALA- SU 

Medan, Sumatera Utara 

Pusat Koordinasi Daerah Mapala Sumatera mengadakan musyawarah perencanaan program kerja untuk tahun 2019 mendatang yang menghadirkan seluruh Badan Pengurus Harian mahasiswa pencinta alam Sumatera Utara. 

Forum yang dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) pada Rabu, 19 Desember 2018 tersebut bertujuan untuk mengembangkan kualitas kinerja PKD Sumut yang kerap menurun. Zulfikar Noor selaku ketua PKD periode 2018-2019 meminta peserta forum untuk mengajukan kegiatan yang akan dilaksanakan di tingkat nasional. Beberapa di antara peserta forum mengajukan pembuatan sirkuit panjat dinding, pendataan Mapalasu, kompetisi piala bergilir gladi tangguh Mapalasu, dan konservasi mangrove. 

Namun, ada yang menyita perhatian di forum kali ini yakni argumen dari salah satu peserta forum, Ahmad Kurnia Iman Malaikat Sani (ketua Mapala AMIK STIKOS SUMUT), bahwa perlunya Mapalasu turut memberi pandangan terhadap isu lingkungan yang terjadi di Labuhan Batu, Sumatera Utara. "Perlu kita buat edukasi buat masyarakat disana tentang konservasi hutan mangrove", tekan Ahmad. Alasan yang membuat ketua AMPSTIPALA membongkar isu tersebut adalah tidak lain karena terjadinya perambahan hutan mangrove di Desa Sungai Tawar, Labuhan Batu. "Masyarakat luar, bahkan pemerintah pun turut serta dalam perambahan itu! Kalau misalkan terjadi pasang, itu jarak air laut ke rumah warga sudah sangat dekat karena kurangnya mangrove!", ucah Ahmad Kurnia kesal. 

Seluruh peserta forum menarik keputusan untuk mengangkat isu lingkungan di Labuhan Batu menjadi bagian penting dan akan dimasukkan ke dalam agenda program kerja PKD Mapalasu, yakni memberikan edukasi konservasi hutan mangrove serta melakukan penanaman mangrove di area Desa Sungai Tawar, Labuhan Batu. 

"Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapalasu dibentuk sebagai jembatan kawan kawan Mapalasu untuk menyampaikan problematika di lingkungan kita, PKD itu bukan sebagai pengatur tapi sebagai tempat koordinasi kawan kawan Mapalasu", ucap Zulfikar Noor mengakhiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar