BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aktivitas di alam terbuka sering memunculkan situasi darurat. Tersesat, terhadang cuaca buruk, kehabisan bekal ataupun kecelakaan. Penggiat alam bebas yang sedang bertualang di hutan kemungkinan bisa keliru walaupun dalam hal kecil, misalnya kehilangan P3K. Sering kali terjadi kecerobohan yang dialami para petualang, seperti cidera fisik. Jika tidak ada P3K, para petualang tidak boleh membiarkan cidera fisik begitu saja tanpa menanganinya. Para petualang tidak mungkin menunggu hingga bantuan datang, sementara cidera yang dialami semakin memburuk. Oleh karena itu, penulis menulis makalah tentang “Tumbuhan Yang Dapat Dijadikan Obat Dalam Kondisi Survive Di Hutan Gunung” sebagai sumber pengetahuan yang dapat digunakan sebagai pengganti P3K. Ada banyak tumbuhan di hutan yang dapat dijadikan obat terkhususnya hutan tropis, bahkan beberapa jenis dari tumbuhan perdu pun dapat dijadikan obat.
Banyak tumbuhan liar yang berasal dari hutan kerap digunakan sebagai obat-obatan alami baik itu bagian akar, daun, biji, buah, dan bahkan batang tumbuhan. Sehingga penggiat alam bebas harus terlebih dahulu mengenali tumbuhan terlebih dahulu supaya keadaan tidak semakin buruk. Hal ini bertujuan supaya para petualang mengetahui bagaimana menangani terjadinya infeksi, menghentikan pendarahan, menghilangkan bengkak dan memar dan cidera fisik lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan dalam makalah ini antara lain sebagai berikut:
1. Tumbuhan apakah yang dapat dijadikan sebagai obat alami?
2. Jenis-jenis penyakit umum apa saja yang dapat disembuhkan dengan tumbuh-tumbuhan tersebut?
3. Bagaimana cara mengolah tumbuhan tersebut menjadi obat?
1.3 Batasan Masalah
Dalam penulisan makalah ini, penulis memfokuskan diri melakukan pengumpulan data terhadap tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat alami beserta kegunaan dan cara pengolahannya di hutan gunung. Hutan gunung disini dimaksudkan terhadap hutan tropis di Indonesia dengan ketinggian rata-rata 1.000-3.400 mdpl.
1.4 Maksud dan Tujuan Makalah
Adapun maksud dan tujuan penulis menyajikan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1. Untuk menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca khususnya dalam mengetahui tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat alami.
2. Untuk mengetahui kegunaan masing-masing tumbuhan yang dapat dijadikan obat.
3. Untuk mengetahui cara pengolahan tumbuhan yang dapat dijadikan obat.
1.5 Kegunaan Makalah
Adapun kegunaan makalah ini yaitu:
1. Kepada penulis
Penulis mendapatkan keterangan dan mampu mengenali tumbuhan yang dapat dijadikan obat dan kegunaannya beserta cara pengolahannya.
2. Kepada pembaca
Pembaca dapat belajar dan menambah wawasan tentang tumbuhan yang dapat dijadikan obat dan kegunaan beserta cara pengolahannya.
3. Kepada Mahatala
Menambah referensi di Mahatala sehingga dapat digunakan seluruh anggota Mahatala.
BAB II
LANDASAN TEORI
Hutan gunung atau hutan montana (montane forest) adalah salah satu formasi hutan tropis basah yang terbentuk di wilayah pegunungan. Salah satu cirinya, hutan ini kerap diselimuti awan, biasanya pada ketinggian atap tajuk (kanopi)nya. Pepohonan dan tanah di hutan ini acapkali tertutupi oleh lumut, yang tumbuh berlimpah-limpah. Oleh sebab itu, formasi hutan ini juga dinamai hutan lumut, hutan kabut, atau hutan awan (cloud forest). Van Steenis (2006) menuliskan angka ketinggian 1.000 hingga 3.400 mdpl adalah hutan gunung. Dari studinya selama berpuluh-puluh tahun, Van Steenis menyimpulkan bahwa terdapat tiga subzona hutan pegunungan, yakni:
• Submontana (sub-pegunungan atau disebut juga hutan pegunungan bawah), antara ketinggian 1.000-1.500 mdpl.
• montana (hutan pegunungan atas) antara 1.000-2.400 mdpl.
• subalpin, diatas ketinggian 2.400 mdpl.
Meskipun demikian, sebagaimana dicontohkan di atas, angka-angka ini tidak berlaku mutlak. Dalam kasus batas-batas ketinggian zona vegetasi berlaku suatu hukum yang dikenal sebagai “efek pemampatan elevasi” (Massenerhebungseffekt; Schröter, 1926). Yakni, batas-batas elevasi ini akan semakin ‘mampat’, merendah, pada gunung-gunung yang soliter jika dibandingkan dengan gunung-gunung di wilayah pegunungan tinggi yang luas. Salah satu faktor penting pembentukan hutan ini adalah suhu yang rendah dan terbentuknya awan atau kabut yang kerap menyelimuti atap tajuk. Kabut ini jelas meningkatkan kelembapan udara, menghalangi cahaya matahari dan dengan demikian menurunkan laju evapotranspirasi. Dengan meningkatnya elevasi, pohon-pohon cenderung memendek dan banyak bercabang. Epifit berupa jenis-jenis anggrek, lumut dan pakis tumbuh melimpah di batang, cabang dan di atas tanah. Presipitasi turun dalam bentuk pengembunan kabut pada dedaunan, yang kemudian jatuh menetes ke tanah. Tanah di hutan ini cukup subur namun cenderung bergambut.
2.2 Survival
Survival berasal dari kata Survive, yang artinya bertahan hidup. Sedangkan survival sendiri adalah suatu kondisi yang tidak menentu yang dihadapi oleh seseorang atau sekelompok orang pada suatu daerah yang asing. Keadaan tidak menentu (survive) ini bisa terjadi pada setiap orang yang tengah melakukan perjalanan, petualangan atau penjelajahan di alam bebas. Orang yang sedang bertahan hidup disebut Survivor. Pedoman survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan dibahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam:
S : Sadarilah keadaan kritis
U : Untung/rugi tanggung sendiri
R : Rasa takut atasi segera
V : Vacum isilah segera
I : Ingatlah dimana kamu berada
V : Viva hidup hargailah
A : Adat istiadat patuhilah
L : Latihlah dirimu selalu
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingatlah arti survival tersebut, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan.
Adapun salah satu hal yang dicari survivor yaitu makanan yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan yang dapat dikonsumsi yaitu:
1. Tumbuhan yang dimakan kera
2. Tumbuhan dan buah yang berwarna tidak mencolok
3. Tumbuhan dan buah yang tidak berbulu, tidak berbau tak sedap, tidak gatal jika dimakan
4. Tumbuhan yang tidak menimbulkan gejala jika dimakan misalnya mual, pusing dan lainnya.
Cara-cara untuk mengetes tumbuhan atau buah yang tidak dikenal yaitu:
1. Oleskan ke tangan
2. Jika tidak gatal, lanjutkan oleskan ke lengan bagian atas
3. Jika tidak gatal, oleskan ke bagian yang lebih sensitif lagi, misalnya ke leher kemudian belakang telinga
4. Jika tidak gatal juga, oleskan ke bibir, jika tidak gatal kemudian oles ke lidah
5. Jika tidak gatal, tumbuhan atau buah tersebut bisa dimakan
6. Setelah dimakan, jika tidak ada reaksi yang negatif berarti tumbuhan atau buah tersebut aman dimakan.
Adapun penyakit-penyakit umum yang muncul dalam keadaan survive yaitu:
1. Demam
Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37oC yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Demam juga merupakan pertanda bahwa sel antibodi manusia (sel darah putih) sedang melawan suatu virus atau bakteri. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya. Penanganan demam biasanya dengan diberikan obattipire misalnya golongan acetaminopen.
2. Diare
Diare (bahasa Inggris: diarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
3. Sakit perut
Mulas atau melilit atau sering dianggap dan disebut sakit perut (Gastro Oesophageal Reflux) adalah rasa sakit atau nyeri yang hanya terjadi di bagian perut. Mulas umumnya terjadi karena ukuran perut membesar dari dalam dan mengurangi ruang bebas di dalam perut. Mulas juga adalah rangsangan untuk segera buang air besar, buang air kecil, bersendawa, atau buang angin. Biasanya ini adalah salah satu tanda keluhan pencernaan manusia misalnya maag, masuk angin, mual disertai muntah, konstipasi, diare, atau keluhan pencernaan lainnya. Mulas juga merupakan salah satu gejala menstruasi atau pula kehamilan pada wanita. Sakit pada perut juga bisa menjadi gejala awal kanker seperti kanker pankreas atau kanker usus. Penyebabnya juga karena makan terlalu banyak atau terlau cepat dan stres.
4. Sakit mata/mata merah
Mata merah, atau conjunctivitis, adalah kemerahan dan peradangan dari selaput-selaput (conjuctiva) yang menutupi putih-putih dari mata-mata dan selaput-selaput pada bagian dalam dari kelopak-kelopak mata. Membran-membran atau selaput-selaput ini bereaksi pada suatu batasan yang luas dari bakteri-bakteri, virus-virus, agen-agen yang memprovokasi alergi, pengganggu-pengganggu (irritants), dan agen-agen racun, begitu juga pada penyakit yang mendasarinya dalam tubuh. Bentuk-bentuk virus dan bakteri dari conjunctivitis adalah umum pada masa kanak-kanak, namun mereka dapat terjadi pada orang-orang dari segala umur. Secara keseluruhan bagaimanapun, ada banyak penyebab-penyebab mata merah. Ini dapat digolongkan sebagai yang infeksius atau tidak infeksius.
5. Luka luar
Luka gigitan adalah cedera yang disebabkan oleh mulut dan gigi hewan atau manusia. Hewan mungkin menggigit untuk mempertahankan dirinya, dan pada kesempatan khusus untuk mencari makanan. Pada manusia yang menggigit dan menyebabkan luka dapat disebabkan faktor kejiwaan atau emosi. Beberapa kelainan seperti sindrom Lesch-Nyhan menyebabkan manusia menggigit dirinya sendiri. Luka gigitan penting untuk diperhatikan dalam dunia kedokteran. Luka ini dapat menyebabkan:
• Kerusakan jaringan secara umum
• Pendarahan serius bila pembuluh darah besar terluka
• Infeksi oleh bakteri atau patogen lainnya, seperti rabies
• Dapat mengandung racun seperti pada gigitan ular
• Awal dari peradangan dan gatal-gatal.
6. Bengkak
Bengkak adalah pembesaran atau protuberansi pada tubuh, termasuk tumor. Bengkak merupakan salah satu dari lima ciri utama pada peradangan, bersama dengan rasa sakit, panas, warna kemerahan, dan disfungsi.
• Menurut penyebabnya, bengkak dapat bersifat kongenital, traumatik, radang, neoplastik, dan lain-lain.
• Akhiran "-megali" digunakan dalam bidang medis untuk menjelaskan pembengkakan, seperti hepatomegali, akromegali, dan splenomegali.
• Bagian tubuh membengkak disebabkan oleh adanya luka, infeksi, atau suatu penyakit.
7. Mimisan
Mimisan adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik dan ada yang lebih dari lima menit. Mimisan juga dapat terjadi saat sedang tidur.
8. Sariawan
Sariawan (disebut pula sariawan) atau stomatitis aftosa (stomatitis aphtosa) adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi. Sariawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria.
9. Memar
Definisi Memar atau lebam adalah suatu jenis cedera pada jaringan biologis karena kerusakan kapiler darah yang menyebabkan darah merembes pada jaringan sekitarnya yang biasanya ditimbulkan oleh tumbukan benda tumpul. Memar ini menimbulkan daerah kebiru-biruan atau kehitaman pada kulit.
10. Sakit telinga
Masalah ini dapat ditimbulkan oleh proses penuaan yang terjadi secara alami atau infeksi oleh kuman penyakit. Penyebab paling umum untuk sakit telinga adalah infeksi telinga tengah akibat terjadinya infeksi hidung dan tenggorokan.
11. Luka terinfeksi
Pengertian infeksi secara umum merupakan proses kolonisasi oleh benda asing atau spesies asing terhadap sel tubuh, dan biasanya akan menyerang organisme inang. Benda asing atau spesies asing atau organisme penginfeksi ini akan memanfaatkan organisme inang untuk memperbanyak diri. Proses memperbanyak diri inilah yang pada akhirnya menyebabkan tubuh terinfeksi karena merugikan inang sel. Untuk itu jika seseorang terluka baik luka dalam maupun luka luar ada baiknya luka tersebut dibersihkan dari kemungkinan kuman-kuman pembawa bakteri jahat atau virus ke dalam tubuh. Luka tersebut bisa dibersihkan menggunakan larutan pembersih luka seperti obat merah atau alkohol 70 persen. Semuanya harus dilakukan dengan hati-hati dan benar-benar bersih, selain untuk mencegah infeksi, hal ini juga bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan terhadap luka tersebut. Jadi jangan pernah menganggap remeh jika terjadi infeksi pada luka karena infeksi tersebut bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya akan menyebabkan tubuh tambah mudah terserang penyakit.
12. Luka bakar
Luka bakar adalah sejenis cedera pada daging atau kulit yang disebabkan oleh panas, listrik, zat kimia, gesekan, atau radiasi. Luka bakar yang hanya mempengaruhi kulit bagian luar dikenal sebagai luka bakar superfisial atau derajat I. Bila cedera menembus beberapa lapisan di bawahnya, hal ini disebut luka bakar sebagian lapisan kulit atau derajat II. Pada Luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit atau derajat III, cedera meluas ke seluruh lapisan kulit. Sedangkan luka bakar derajat IV melibatkan cedera ke jaringan yang lebih dalam, seperti otot atau tulang.
13. Gatal-gatal
Gatal adalah rasa tidak nyaman pada kulit yang memicu penderitanya untuk melakukan garukan. Di dalam dunia medis, gatal disebut pruritus. Gatal dapat mengenai salah satu tempat saja, dapat juga mengenai seluruh tubuh. Demikian pula dengan kelainan kulit yang menyertainya. Ada gatal tanpa disertai kelainan kulit, ada juga gatal yang muncul bersama kelainan kulit seperti bentol, merah, bersisik, dan lain sebagainya.
14. Pening/Sakit Kepala
Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala, kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan.
15. Malaria
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Malaria bahkan bisa mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk.
Dalam melakukan perjalanan, seorang survivor juga harus mempersiapkan segala segala sesuatunya dengan matang termasuk itu peralatan dan perlengkapan dan terkhususnya survival kit. Adapun isi dari kota survival kit, yaitu korek api, lilin, pisau kecil, kondom, benang nilon, jarum nilon, senter kecil, pematik, mata pancing, dan senar. Dan hal yang harus diingat seorang survivor adalah “Tetap Hidup”.
2.3 Botani
Botani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan, termasuk juga alga dan jamur masih berada dalam ilmu botani. Dalam botani semua dipelajari, mulai dari genetika, reproduksi, metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, interaksi, komponen biotik, abiotik serta proses evolusi yang sangat berkaitan dengan tumbuhan. Dari pengertian botani di atas, maka bisa disimpulkan bahwa tumbuhan juga memiliki kajian ilmu yang harus dikembangkan. Kalangan yang menekuni dalam botani disebut juga ahli botani atau botanis.
Seperti bentuk-bentuk kehidupan lain dalam biologi, tumbuhan hidup dapat dipelajari dari perspektif yang berbeda, dari tingkat molekul, genetika dan biokimia melalui organel, sel, jaringan, organ, individu, populasi tumbuhan, dan komunitas tumbuhan. Pada setiap tingkat ini seorang ahli botani mungkin bergerak di bidang yang terkait dengan klasifikasi (taksonomi), struktur (anatomi dan morfologi), atau fungsi (fisiologi) dari kehidupan tumbuh-tumbuhan.
Botani juga tidak hanya mempelajari kelompok dari Kerajaan Tumbuhan saja tetapi juga mempelajari jamur (mikologi), bakteri (bakteriologi), lumut kerak (likenologi), alga (fikologi). Penelitian tumbuhan sangat penting karena tumbuhan adalah bagian mendasar dari kehidupan di Bumi, yang menghasilkan oksigen, makanan, serat, bahan bakar, dan obat-obatan yang memungkinkan manusia dan bentuk kehidupan lainnya ada. Melalui fotosintesis, tumbuhan menyerap karbondioksida, sebuah gas rumah kaca yang dalam jumlah besar dapat mempengaruhi iklim global. Selain itu, tumbuhan dapat mencegah erosi tanah dan berpengaruh dalam siklus air.
Sebuah pemahaman yang baik tentang tumbuhan sangat penting bagi masa depan masyarakat manusia karena memungkinkan kita untuk:
1. Memproduksi makanan untuk memberi makan populasi yang berkembang
2. Memahami proses-proses kehidupan yang mendasar
3. Memproduksi obat-obatan dan bahan untuk mengobati penyakit-penyakit
4. Memahami perubahan lingkungan dengan lebih jelas.
2.3.1 Fitokimia
Fitokimia merupakan cabang yang penting dalam ilmu botani yang mempelajari senyawa biokimia pada tumbuhan dan pemanfaatannya. Beberapa dari senyawa ini memiliki manfaat bagi manusia, dan beberapa bersifat racun bagi hewan dan manusia. Banyak obat-obatan medis dan rekreasi, seperti tetrahydrocannabinol, kafein, dan nikotin datang langsung dari kerajaan tumbuhan. Lainnya adalah senyawa kimia turunan sederhana dari produk alami botani, seperti aspirin yang berasal dari senyawa penghilang rasa sakit asam salisilat yang awalnya berasal dari kulit pohon dedalu. Mungkin ada banyak obat baru untuk penyakit yang disediakan oleh tumbuhan, menunggu untuk ditemukan. Stimulan populer seperti kopi, cokelat, tembakau, dan teh juga berasal dari tumbuhan. Minuman beralkohol sebagian besar berasal dari fermentasi hasil tumbuhan seperti barley (bir), beras (sake), dan anggur. Dari ilmu fitokimia dapat diketahui berbagai macam hal seperti senyawa kimia antosianin yang berperan sebagai pigmen pada anggur merah dan senyawa capsaicin yang berperan dalam memberikan rasa pedas pada cabai.
Tanaman tertentu juga menyediakan banyak bahan-bahan alami, seperti katun, kayu, kertas, minyak sayur, beberapa jenis tali, dan karet. Selulosa merupakan sumber serat terbesar dari tumbuhan yang digunakan pada berbagai bidang seperti bahan bangunan hingga produksi bahan bakar bioetanol. Produksi sutra tidak akan mungkin tanpa budi daya murbei. Tebu, gula bit dan tanaman lainnya yang mengandung gula dapat difermentasi atau tanaman dengan kandungan minyak seperti kelapa sawit dan jarak dapat diolah menjadi biodiesel dan digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak.
BAB III
METODE PENGUMPULAN DATA
Arikunto (1993:8) menyatakan bahwa metode pengumpulan data adalah metode yang digunakan oleh para peneliti untuk mengumpulkan data. Dengan begitu tahap demi tahap penelitian dilakukan oleh penulis untuk memperoleh data. Maka dari itu, studi ini menggunakan metode kualitatif untuk menyelesaikan masalah dengan cara memperbaiki, mengumpulkan data, dan menganalisis data dari analisis karya ilmiah secara kritis. Metode kualitatif deskriptif adalah salah satu jenis dari penelitian yang memakai referensi ataupun buku-buku sebagai sumber data utama. Tujuannya adalah untuk mencari berbagai informasi yang menyangkut tanaman obat. Maka penulis dari makalah ini mengumpulkan beberapa buku atau referensi yang bersangkutan. Dalam penulisan makalah ini, penulis melakukan metode pengumpulan data dengan:
1. Membaca buku “Ensiklopedia Tanaman Obat Indonesia (dr. Setiawan Dalimartha)”
2. Mencari berbagai informasi yang menyangkut tumbuhan yang dapat dijadika obat dari internet
3. Membaca makalah tentang materi Survival.
3.2 Sumber Data
Dalam melakukan pengumpulan data, penulis menggunakan buku “Ensiklopedia Tanaman Obat Indonesia (dr. Setiawan Dalimartha)”. Selain itu, penulis juga mendapat berbagai informasi yang menyangkut bahan makalah dari internet dan makalah Senior-senior di MAHATALA.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1.1 Daun Bakung
Nama latin : Crinum asiaticum
Nama Lain : Semur, dausa, pete, fete-fete
Deskripsi : Herba, tinggi sekitar 1,5 m. Daun tunggal, lanset, panjang 32-120 cm, lebar 3-10 cm, tebal, tepi rata, pangkal daun tumpul dan ujung meruncing. Tumbuhan ini biasanya tumbuh di ketinggian 1.000-1.200 mdpl. Tumbuhan ini biasanya hidup di tempat yang lembap, seperti rawa-rawa.
Kandungan : Tiramin
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, dengan cara: tumbuk daun secukupnya lalu balurkan ke luka.
Catatan:
Pemakaian umbi bakung harus hati-hati, karena mengandung racun alkoloid.
4.1.2 Daun Bayam Duri
Nama latin : Amaranthus spinosus
Nama Lain : Hayum keri, senggang cucuk, taruyak lakek
Deskripsi : Tanaman terna, berumur setahun, tinggi 0,4-1,5 m. Batang berduri. Daun tunggal, tersusun tersebar di sekeliling batang. Bentuk daun bulat telur memanjang, ujung dan pang-kalnya runcing. Daun berwarna hijau. Biasanya tumbuh pada ketinggian 5-2.000 mdpl. Biasanya tumbuh di dataran yang mendapat banyak cahaya matahari.
Kandungan : Amarantin, rutin, kalium nitrat, piridoksin, zat besi, garam fosfat, vitamin A, C, dan K.
Tumbuhan ini dapat menyembuhkan penyakit demam dengan cara: seperempat genggam daun dicuci bersih, digiling dengan 3 sendok makan air masak dan garam sedikit. Kemudian diperas dan disaring lalu diminum.
Catatan:
Penderita kadar asam urat yang cukup tinggi dan rematik gout dilarang mengonsumsi tumbuhan ini.
4.1.3 Daun Jintan
Nama latin : Coleus amboinicus
Nama Lain : Ajiran, daun kambing, kutu etu, daun jinten
Deskripsi : Tanaman semak semusim, menjalar. Daun hijau muda, berdaging, bersifat mudah patah. Tepi daun beringgit Panjang 6,5-7 cm, lebar 5,5-6,5 cm. Jintan biasanya tumbuh pada ketiggian 1.100 mdpl. Biasanya tumbuh di dataran yang terlindung dari cahaya matahari.
Kandungan : Minyak asiri, saponin, flavonoid, dan polifenol
Jintan dapat dignakan untuk menyembukan penyakit sariawan, asma, dan sakit kepala, dengan cara:
1. Sariawan
Kunyah perlahan-lahan 5 lembar daun segar yang sudah dibersihkan, telan airnya, lalu buang ampasnya.
2. Asma
Tumbuk halus 10 lembar daun segar, kemudian peras dan saring. Tambahkan beberapa tetes minyak wijen ke dalam air perasannya lalu minum.
3. Sakit Kepala
Memarkan daun segar secukupnya lalu tempelkan di kepala dan pelipis.
4.1.4 Daun Saga Telik
Nama latin : Abrus precatorius
Nama Lain : Thaga, seugew, kundi, kanderi, walipopo
Deskripsi : Tanaman terna membelit, merambat, panjang 2,5 m. Daun majemuk, berselang-seling. Jumlah anak daun 8-18 pasang dengan bentuk bulat telur, warna hijau, ujung meruneing, dan pangkal bulat. Tepi daun rata, panjang 6-25 mm, lebar 3-8 mm. Hati-hati dengan bijinya karena tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman beracun. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-1.000 mdpl di dataran kering yang sedikit terlindung.
Kandungan : Alkaloid, seperti abralin, abrasin, abrin, precasine precatorine Selain itu juga mengandung asam gallic, glycyrrhizin, metil salisilat, dan trigonelin
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sariawan, dengan cara: daun segar dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditambah 1/2 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan diminum.
Catatan:
Biji saga telik tidak boleh dikonsumsi.
4.1.5 Daun Selasih
Nama latin : Ocimum basilicum
Nama Lain : Telasih, solanis
Deskripsi : Terna semusim, tegak, bercabang bagian atas, berbau harum, tinggi 50-80 cm. Daun tunggal berhadapan, bertangkai dengan panjang 0,5-2 cm, bentuk bulat telur sampai memanjang. Permukaan daun berambut halus, tulang daun menyirip dan tepi bergerigi, panjang 3,5-7,5 cm, lebar 1,5-2,5 cm dan warna hijau tua. Selasih biasanya tumbuh pada ketinggian 1.100 mdpl di dataran yang lembap.
Kandungan : Minyak asiri, seperti ocimene, alpha-pinene, eucalyptole, linalool; geraniol, eugenol metil eter
Selasih dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit demam, diare, feses keras, sariawan.
1. Demam dan diare
Rebus daun selasih satu genggam, lalu diminum.
2. Feses keras dan sariawan
Rendam biji selasih dalam air sampai mengembang. Airnya diminum setiap hari.
Catatan:
Minyak esensialnya tidak boleh digunakan untuk pemakaian dalam dan juga wanita hamil.
4.1.6 Daun Senggani
Nama latin : Melastoma malabathricum
Nama Lain : Harendong, sendudok, kluruk, kemanden
Deskripsi : Tanaman perdu, tegak bercabang, tinggi sekitar 4 m. Daun tunggal, berhadapan, bertangkai, bentuk bulat telur sampai memanjang, warna hijau. Tepi daun rata, ujung dan pangkal runcing, panjang 2-20 cm, lebar. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.500 mdpl di lereng gunung dan di dataran yang mendapat cukup sinar matahari.
Kandungan : Tanin
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit diare, dengan cara: daun segar dicuci secukupnya, ditambah garam dapur secukupnya. Kunyah daun tersebut dan airnya ditelan.
4.1.7 Daun Wungu
Nama latin : Graptophyllum pictum
Nama Lain : Pudin, temen, handeleum, kadi-kadi, dongo-dongo
Deskripsi : Tanaman perdu, tinggi sekitar 2 m. Daun tunggal berhadapan, bentuk bulat telur, tepi rata. Pertulangan daun menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 15-25 cm, lebar 5-11 cm, warna daun ungu sampai ungu tua. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.250 mdpl baik itu di tempat yang kering ataupun lembap.
Kandungan : Saponin, flavonoid, dan tanin
Tumbuhan ini dapat menyembuhkan penyakit memar, sakit telinga, bisul di payudara, dan bengkak.
1. Memar
Tumbuk halus kulit daun wungu secukupnya. Balurkan di atas bagian tubuh yang memar, lalu balut.
2. Sakit telinga
Tumbuk sampai lumat daun wungu segar secukupnya, bilas dengan air matang, lalu peras. Gunakan airnya untuk menetesi telinga yang sakit.
3. Bisul di payudara
Ambil daun wungu segar secukupnya, oleskan santan kelapa ke daun tersebut. layukan di atas api, selagi hangat letakan di atas payudara yang bisulan.
4. Bengkak
Oleskan minyak kelapa pada daun wungu segar secukupnya, layukan di atas api. Selagi hangat, tempelkan ke bagia tubuh yang bengkak.
4.1.8 Daun Lidah Buaya
Nama latin : Aloe barbadensis
Nama Lain : Aloe vera
Deskripsi : Terna tegak berumur tahunan, tingginya 30-50 cm. Daun tunggal, berdaging tebal, dan bergetah kuning. Bentuk daun memanjang dan ujungnya runcing, tepi berduri. Panjang daun mencapai 30-50 cm, lebar 2-5 cm. Warna daunnya yang hijau muda dihiasi bercak-bercak putih. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.500 mdpl di dataran yang mendapat banyak sinar matahari atau panas.
Kandungan : Aloin, barbaloin, polisakarida glukomanan, asam krisofan, dan enzim protease.
Lidah buaya dapat menyembuhkan luka bakar, cacingan, dan bisul dengan cara:
1. Luka bakar
Ambil gel lidah buaya, lalu balutkan ke bagian badan yang terkena luka bakar.
2. Cacingan
Rebus 1 genggam akar kering lidah buaya, lalu minum airnya.
3. Bisul
Lumatkan daun lidah buaya secukupnya, lalu tambahkan sedikit garam. Tempelkan pada bisul.
Catatan:
Cairan kuning kecoklatan di tepi daun lidah buaya tidak boleh dikonsumsi karena dapat menyebabkan diare dan keram usus.
4.1.9 Daun Meniran
Nama latin : Phyllanthus niruri
Nama Lain : Meniran merah, meniran ijo, memeniran
Deskripsi : Tanaman terna, tumbuh pada tempat lembap dan berbatu, tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm. Bercabang terpencar dengan daun majemuk berseling, bentuk bulat telur sampai memanjang, ujung tumpul. Warna daun hijau tua, panjang 1,5 cm, lebar 7 mm, dan tepi daun rata. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.000 mdpl.
Kandungan : Filantin, damar, tanin, kalium, dan mineral
Meniran dapat menyembuhkan luka gigitan binatang, hepatitis, dan rabun senja dengan cara:
1. Digigit binatang
Tumbuk daun meniran segar lalu balutkan ke bagian tubuh yang luka.
2. Hepatitis
Rebus satu genggam dan meniran segar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring dan minum sekali sehari selama seminggu.
3. Rabun senja
Ambil daun meniran segenggam denga 2 potong hati ayam. Makan hati ayam sekaligus minum airnya.
4.1.10 Daun Tapak Liman
Nama latin : Elephantopus scaber
Nama Lain : Talpak lana, elephant’s foot
Deskripsi : Tanaman semak semusim, tingginya 60-75 cm. Daun tunggal berbentuk jorong, tepi bergerigi dengan ujung tumpul. Ukuran daun panjang 15-25 cm dan lebar 5-7 cm. Permukaan daun kasar dan berbulu. Tulang daun menyirip. Warna daun hijau. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.200 mdpl di dataran berumput dan kering.
Kandungan : Saponin, flavonoid, dan polifenol.
Tapak liman dapat digunakan untuk menyembuhkan diare, demam, luka gigitan ular dan wasir dengan cara:
1. Diare
Rebus daun tapak liman segar satu genggam sampai mendidih, saring lalu diminum.
2. Demam
Tumbuk daun tapak liman, lalu balurkan ke perut penderita demam.
3. Digigit ular
Ikat terlebih dulu batas bagian tubuh yang digigit ular. Remas daun tapak liman lalu balurkan ke luka gigitan ular.
4. Wasir
Potong-potong 2 tapak liman utuh lalu rebus dengan 15 gelas air sampai mendidih. Selagi hangat, tuang ke dalam wadah lalu gunakan untuk merendam wasir.
4.1.11 Daun Tempuh Wiyang
Nama latin : Emilia sonchifolia
Nama Lain : Patah kemudi, sandilan
Deskripsi : Herba, tegak setinggi kurang 40 cm. Daun tunggal berbentuk lanset. Ujung daun runcing dan tepinya bertoreh. Panjang daun 3-14 cm, lebar 2-3,5 cm. Permukaan daun berbulu. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.750 mdpl di dataran yang cukup mendapat cahaya matahari, bisa juga di tepi sungai.
Kandungan : Saponin, flavonoid, dan polifenol.
Tempuh wiyang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit demam, luka terinfeksi, sakit telinga, dan sakit tenggorokan dengan cara:
1. Demam
Lumatkan daun dan ikatkan di pergelangan tangan, ketiak dan lipat paha.
2. Luka terinfeksi
Giling daun herba secukupnya lalu balurkan ke daerah yang terluka.
3. Sakit telinga
Seduh daun segar secukupnya sampai lemas, tumbuk dan peras. Teteskan airnya ke telinga yang sakit 3-4 kali sebanyak 2 tetes sehari.
4. Sakit tenggorokan
Rebus 2 genggam daun segar. Saring, lalu minum perlahan-lahan setelah dingin.
Catatan:
Wanita hamil dilarang mengkonsumsinya.
4.1.12 Adas
Nama latin : Foeniculum vulgare Mill.
Nama Lain : Adas pedas, adeh, manih
Deskripsi : Terna berumur panjang, tinggi 50 cm¬-2 m dan tumbuh merumpun. Biasanya satu rumpun 3-5 batang. Batang hijau kebiru-biruan, beralur, beruas, berongga, jika memar baunya wangi. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.800 mdpl di dataran yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Kandungan : Oleum foeniculi, anetol, fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, minyak lemak.
Tumbuhan ini dapat menyembuhkan luka, batuk, dan sesak nafas dengan cara:
1. Luka
Giling buah kering hingga halus lalu balurkan pada luka.
2. Batuk
Seduh seperempat genggam buah adas dengan setengah cangkir air mendidih. Setelah dingin, saringdan tambahkan 1 sendok madu. Aduk sampai rata dan minum.
3. Sesak nafas
Seduh 10 tetes minyak adas dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan tiga kali sehari sampai sembuh.
Catatan:
Wanita hamil dilarang mengkonsumsi tumbuhan ini dan dilarang mengkonsumsinya dalam dosis besar.
4.1.13 Alang - alang
Nama latin : Imperata cylindrica
Nama Lain : Ilalang, ri, rih
Deskripsi : Ilalang tumbuh tegak 30¬-180 cm, berbatang padat, berbuku-buku, berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Dapat tumbuh pada ketinggian 1-2.700 mdpl di dataran yang kering.
Kandungan : Manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citric acid, coixol.
Alang-alang dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, mimisan, muntah darah, urin berdarah, dan hepatitis akut menular.
1. Luka dan mimisan
Giling bulir bunga berikut tangkainya hingga halus, balurkan ke luka atau gunakan untuk menyumbat hidung untuk menghentikan pendarahan.
2. Muntah darah
Potong-potong 1 genggam akar alang-alang segar. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa satu gelas, lalu minum 2-3 kali sehari.
3. Urin bedarah
Rebus 1 genggam alang-alang segar dengan 6 gelas air sampai tersisa setengahnya lalu minum sebagai teh.
4. Hepatitis akut menular
Rebus 1 genggam akar alang-alang dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum 2 kali sehari selama 10 hari.
Catatan:
Penderita lambung lemah dan banyak mengeluarkan urin dilarang mengkonsumsi rebusan akar alang-alang.
4.1.14 Andong
Nama latin : Cordyline fruticosa
Nama Lain : Juang, bak juang, lak-lak
Deskripsi : perdu tegak dengan tinggi 2-4 m, jarang bercabang, batang bulat, keras, bekas daun rontok berbentuk cincin, daun tunggal dengan warna merah kecoklatan namun ada yang berwarna hijau. Tumbuh pada ketinggian 1.900 mdpl baik di dataran lembap ataupun kering.
Kandungan : Saponin, tanin, polifenol, kalsium oksalat, polisakarida.
Dapat digunakan ntuk menyembuhkan sengatan binatang berbisa, urin berdarah, diare, dan radang gusi dengan cara:
1. Sengatan binatang berbisa
Giling halus daun andong segar, lalu panaskan di atas api. Selagi hangat, turapkan pada bagian tubuh yang tersengat binatang berbisa, lalu balut.
2. Urin berdarah
Rebus satu genggam daun andong segar dengan 3 gelas air hingga tersisa satu gelas. Bagi untuk dua kali minum setelah disaring. Minum pagi dan sore hari.
3. Diare
Rebus satu genggam daun andong segar dengan 3 gelas air sampai tersisa satu gelas. Bagi untuk tiga kali minum sama banyak. Lalu minum pada pagi, siang dan malam hari.
4. Radang gusi
Kikis kulit kayu andong secukupnya. Tambahkan garam sedikit sambil aduk rata. Oleskan pada gusi yang meradang.
4.1.15 Beluntas
Nama latin : Pluchea indica
Nama Lain : Baluntas, luntas
Deskripsi : Perdu kecil, tumbuh tegak, tinggi mencapai 2 m, kadang-kadang lebih. Percabangan banyak, berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai pendek, letak berseling, helaian daun bulat telur sungsang, ujung runcing, tepi bergerigi, berkelenjar, warna hijau terang, jika diremas berbau harum. Tumbuh pada ketinggian 1.000 mdpl di dataran yang lembap seperti tepi sungai.
Kandungan : Alkaloid, flavonoid, minyak asiri, mineral, kalium, tanin.
Dapat digunakan untuk menyembuhkan luka, menghilangkan bau badan, dan nyeri pada rematik dengan cara:
1. Luka
Giling daun secukupnya hingga halus, lalu balurkan ke luka.
2. Menghilangkan bau badan
Makan daun segar sebagai lalapan mentah dan makan bersama nasi.
3. Nyeri pada rematik
Rebus seperempat genggam akar beluntas yang dipotong-potong dengan 3 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, disaring. Bagi untuk dua kali minum. Minum pagi dan sore hari.
4.1.16 Bunga kenop
Nama latin : Gomphrena globosa L.
Nama Lain : Bunga kancing, ratna
Deskripsi : Tumbuh tegak dengan tinggi 60 cm atau lebih, seluruh bagiannya berambut, batang berwarna hijau kemerahan, membesar pada ruas percabangan. Daun tunggal bertangkai pendek, bunga tunggal keluar dari ujung tangkai, berbentuk bulat, berwarna merah tua keunguan, putih atau merah. Tumbuh pada ketinggian 1-1.300 mdpl di dataran yang cukup mendapat sinar matahari.
Kandungan : Gomphrenini I-VI, amaranthin, minyak asiri, flavon, saponin
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan bengkak, memar, dan disentri dengan cara:
1. Bengkak dan memar
Cuci tanaman segar seutuhnya, lalu giling sampai halus. Turapkan ramuan ini ke bagian tubuh yang bengkak dan memar.
2. Disentri
Rebus 10 kuntum bunga kenop segar dengan 100 cc arak kuning sampai mendidih (15 menit). Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Minum 2-3 kali sehari.
4.1.17 Arbenan
Nama latin : Duchesnea indica
Nama Lain : Seladron
Deskripsi : Tumbuhan menahun, menjalar, berambut halus berwarna putih, bertangkai lemas, panjang dapat mencapai 60 cm dan memiliki banyak cabang. Biasanya tumbuh pada ketinggian 800-1.800 mdpl di dataran yang lembap, tetapi cukup mendapat sinar matahari.
Kandungan : Fitosterol, minyak asiri dan kalsium.
Dapat digunakan untuk menyembuhkan luka gigitan ular, dan muntah darah dengan cara:
1. Luka gigitan ular
Ikat batas bagian tubuh yang digigit ular, tumbuk daun secukupnya lalu balurkan ke luka gigitan ular.
2. Muntah darah
Tumbuk satu genggam daun segar, peras sampai terkumpul 1 gelas. Tambahkan gula batu secukupnya, rebus lalu minum.
Catatan:
Wanita hamil dan orang yang kondisi badannya lemah dilarang mengkonsumsi tumbuhan ini.
4.1.18 Bandotan
Nama Lain : Daun tombak, siangit, rumput tahi ayam
Deskripsi : Tumbuh tegak dengan tinggi 30-90 cm dan bercabang. Daun bertangkai letaknya saling berhadapan. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan membentuk akar. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-2.100 mdpl, di tepi aliran air.
Kandungan : Friedelin, tanin dan sulfur
Dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit telinga, malaria, dan tumor rahim dengan cara:
1. Sakit telinga
Tumbuk daun bandotan segar secukupnya sampai halus, lalu peras dan saring. Teteskan perasannya ke telinga yang sakit sebanyak 2 tetes. Lakukan empat kali sehari.
2. Malaria
Rebus satu genggam daun bandotan kering dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.
3. Tumor rahim
Rebus satu genggam daun bandotan kering dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum air rebusan 1 gelas sehari.
Catatan:
Wanita hamil dilarang minum rebusan bandotan karena menyebabkan keguguran.
4.1.19 Cabai Rawit
Nama latin : Capsicum frutescens
Nama Lain : Pentek, Situdu langit, jemprit
Deskripsi : Perdu tahunan, percabangan banyak dengan tinggi 50-100 cm. Memiliki daun tunggal, bertangkai, letak berselingan, memiliki bunga berwarna putih kadang-kadang ungu. Buah muda berwarna hijau, putih kehijauan dan buah yang sudah masak berwarna merah terang. Biasanya tumbuh pada ketinggian 0,5-1.250 mdpl di dataran yang lembap dan bisa juga tumbuh di tepi sungai.
Kandungan : Kapsaisin, kapsantin, resin dan solanine.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit perut dan rematik dengan cara:
1. Sakit perut
Giling daun muda segar secukupnya sampa halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurka ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.
2. Rematik
Giling 10 buah cabe rawit sampai halus. Tambahkan satu sendok teh kapur dan perasan satu buah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang rematik.
Catatan:
Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorok, dan sakit mata dilarang mengkonsumsi cabai rawit.
4.1.20 Calincing
Nama latin : Calincing
Nama Lain : Daun asam kecil, lela, semanggi
Deskripsi : Calincing merupakan tumbuhan merayap yang pajangnya mencapai 5-35 cm. Batangnya lunak dan bercabang-cabang. Daunnya majemuk menjari 3 dengan anak daun berbentuk seperti jantung, bertangkai panjang dan berwarna hijau muda. Biasanya tumbuh pada ketinggian 3.000 mdpl di dataran yang agak lembap baik di tempat terbuka atau terlindung.
Kandungan : Saponin, flavonoid, polifenol, tanin dan asam oksalat
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan infeksi saluran kencing dengan cara: Rebus satu genggam daun calincing segar dan satu gelas arak manis hingga sisa setengah gelas. Minum 1/3 nya setiap tiga kali sehari.
Catatan:
Wanita hamil dilarang mengkonsumsi tumbuhan ini dan dilarang mengkonsumsi tumbuhan ini dalam dosis besar.
4.1.21 Ceplukan
Nama latin : Physalis angulata
Nama Lain : Leletop, ciplukan
Deskripsi : Tumbuh tegak dengan tinggi 30-90 cm, berambut pendek, batang tua berkayu, berongga dan berusuk. Helaian daun berbentuk bulat telur, permukaan daun berwarna hijau, buah berbentuk seperti lonceng, jika sudah masak, berwarna kuning dan rasanya manis tapi sedikit asam. Biasanya tumpuh pada ketinggian 1-1.800 mdpl di dataran yang kering maupun lembap namun tidak tergenang.
Kandungan : Elaidic acid, klorogenat.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit kepala dan bisul dengan cara:
1. Bisul
Giling daun ceplukan secukupnya sampai halus, lalu balurkan ke bisul dan sekelilingnya. Ganti 2 kali sehari.
2. Sakit kepala
Rebus daun segar satu genggam lalu minum airnya.
4.1.22 Daun Kentut
Nama latin : Paederia scandens
Nama Lain : Bintaos, sembukan
Deskripsi : Berbatang memanjat, pangkal berkayu, pajang 3-5 m. Memilik daun tunggal berbentuk bulat telur sampai lonjong ujungnya runcing dan tepinya rata. Buah bulat, berwarna kuning mengkilap. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-2.100 mdpl di semak belukar dan di tebing sungai.
Kandungan : Scandoside, iridoid, arbutin.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit perut, mata bengkak, dan kulit gatal dengan cara:
1. Sakit perut
Kukus 25 lembar daun lalu makan sebagai lalapan.
2. Mata bengkak
Rebus daun secukupnya. Setelah mendidih, angkat. Gunakan asapnya untuk menguapi mata. Jika sudah hangat, bungkus daun dengan sepotong kain dan letakkan di atas mata yang bengkak sampai daun dingin.
3. Kulit gatal
Giling batang dan daun segar secukupnya, lalu balurkan ke bagian tubuh yang gatal.
4.1.23 Iler
Nama latin : Coleus scutellarioides
Nama Lain : Si gresing, adang-adang
Deskripsi : tumbuh tegak dengan tinggi 0,5-1,5 m. Jika seluruh bagian tumbuhan diremas akan mengeluarkan bau harum. Memiliki batang berwarna ungu kemerahan. Memiliki daun tunggal berbentuk bulatan telur dengan ujung yang runcing. Memiliki bunga berwarna putih dan buah keras yang licin berbentuk seperti telur. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-1.300 mdpl di dataran yang lembap.
Kandungan : Minya asiri, fenol, tanin.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan sakit telinga dengan cara: Cuci daun sampai bersih, lalu bilas dengan air masak. Selanjutnya, giling sampai halus, lalu saring dan gunakan airnya sebagai obat tetes ke telinga yang sakit.
4.1.24 Jakang
Nama latin : Homalocladium platycladium
Nama Lain : Kismis
Deskripsi : Perdu tegak dengan tinggi 0,6-2 m. Batang berkayu berbentuk bulat silindris, bercabang banyak dan berwarna hijau tua. Daun keluar dari cabang muda berbentuk lanset dan ujungnya runcing berwarna hijau muda dan mudah rontok. Biasanya tumbuh pada ketinggian 5-1.200 mdpl di dataran yang kering.
Kandungan : -
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan memar, luka gigitan lipan dengan:
1. Memar
Giling halus satu genggam ranting jakang segar. Tambahkan arak beras satu seloki sambil aduk rata. Panaskan sebentar, peras, lalu minum sekaligus. Bubuhkan ampasnya ke bagian tubuh yang memar.
2. Luka gigitan lipan
Cuci ranting jakang secukupnya. Lalu giling sampai halus. Bubuhkan pada luka gigitan lipan dan sekitarnya lalu balut.
4.1.25 Jambu Biji
Nama latin : Psidium guajava
Nama Lain : Galiman, jambu batu, petokal, jambu klutuk
Deskripsi : Pohon kecil dengan tinggi 2-10 m, percabangan banyak. Batangnya berkayu keras, kulit batang licin mengelupas, berwarna coklat kehijauan. Helai daun berbentuk bulat telur dengan ujung runcing. Memiliki bunga berwarna putih, buahnya berbentuk bulat telur. Jika sudah masak berwarna kekuningan dan rasanya manis. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-1.200 mdpl di tanah gembur maupun liat dan juga di dataran yang mengandung banyak air.
Kandungan : Minyak lemak, minyak asiri, asam malat.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan luka dan diare dengan cara:
1. Luka
Giling sampai halus daun jambu biji yang baru dipetik secukupnya, tempelkan pada luka lalu balut dengan perban. Ganti perban 3 kali sehari sampai sembuh.
2. Diare
Rebus satu genggam daun jambu biji muda segar dengan tiga gelas air sampai tersisa setengahnya. Minum selagi hangat 2-3 kali sehari.
4.1.26 Jukut Pendul
Nama latin : Kyllinga brevifolia
Nama Lain : Teki
Deskripsi : Tinggi 7-20 cm. Tumbuh berkumpul dan merayap, mengeluarkan tangkai tegak bersegi tiga, berwarna hijau tua dan kasar dan wangi jika diremas. Bunganya bulat berwarna hijau kecoklatan. Biasanya tumbuh pada ketinggian 2.600 mdpl di dataran lembab.
Kandungan : Minyak asiri.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan malaria dan gatal-gatal dengan cara:
1. Malaria
Rebus satu genggam jukut pendul segar dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Saring dan minum sekaligus.
2. Gatal-gatal
Rebus jukut pendul segarlalu basuhkan pada kulit yang gatal.
4.1.27 Kangkung
Nama latin : Ipomoea aquatica
Nama Lain : rumpun, kangkueng
Deskripsi : memiliki panjang sampai 3 m dan tumbuh menjalar memiliki cabang berwarna hijau. Daun berbentuk segitiga memajangdan ujungnya runcing. Bunganya berwarna ungu muda. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.000 mdpl di dataran yang basah, seperti di pinggir sungai atau genangan maupun rawa-rawa.
Kandungan : Mineral, protein, sitosterol.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan luka gigitan lipan dengan cara: Tumbuk satu genggam daun kangkung segar. Tambahkan ½ sendok teh garam. Bubuhkan pada luka gigitan lipan lalu balut.
4.1.28 Kasingsat
Nama latin : Cassia occidentalis
Nama Lain : Menting, senting
Deskripsi : Perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi 1-2 m, banyak cabang dan di bagian pangkal berkayu. Batangnya berbentuk persegi berwarna hijau dan dipenuhi rambut halus. Daunnya menyirip dan berwarna hijau tua. Memiliki bunga berwarna kuning. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1.200 mdpl di dataran lembab yang cukup mendapat sinar matahari diantara semak-semak.
Kandungan : Epigenin, emodin
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan luka gigitan ular dengan cara: Ikat batas bagian tubuh yang digigit ular. Giling segenggam daun segar, peras dan minum. Balurkan ampasnya ke luka gigitan ular.
Catatan:
Wanita hamil dilarang mengkonsumsi tumbuhan ini.
4.1.29 Kesumba Keling
Nama latin : Bixa orellana
Nama Lain : Kasumba, kasumbo, buah prada
Deskripsi : Perdu tegak dengan tinggi 2-8 m. Daun tunggal bertangkai panjang dan besar berbentuk bulat telur dan ujung runcing berwarna hijau berbintik merah. Buahnya seperti rambutan. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-1.200 mdpl di dataran lembap ataupun kering.
Kandungan : Tanin, saponin.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan demam dan diare dengan cara:
1. Demam
Rebus 1/3 genggam daun dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Tambahkan air gula seperlunya lalu dibagi untuk dua kali minum pada pagi dan sore hari.
2. Diare
Rebus 1/3 genggam daun dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Saat dingin, tambahkan madu secukupnya dan bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari.
4.1.30 Kunyit
Nama latin : Curcuma longa
Nama Lain : Kunyir, koneng, kunir
Deskripsi : Tinggi 70 cm, batang pendek yang dibentuk pelepah-pelepah daun tunggal yang menyirip berwarna hijau pucat. Warna luar kunyit berwarna tua coklat dan bagian dalam berwarna kuning. Biasanya tumbuh pada ketinggian 2.000 mdpl. Banyak tumbuh di hutan di dataran lembap.
Kandungan : Turmerone, pati, tanin.
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan demam dan diare dengan cara:
1. Demam
Parut 2 rimpang kunyit segar. Tambahkan ½ gelas air matang lalu aduk dan peras dengan sepotong kain. Minum dua kali sehari.
2. Diare
Rebus sepotong kunyit segar seukuran setengah jari tangah tangan lalu diiris tipis dengan satu gelas air sampai tersisa 1/3 gelas. Tambahkan 1 sendok teh kapur sirih lalu aduk. Saring, lalu minum airnya tiga kali sehari sampai sembuh.
Catatan:
Wanita hamil dilrang mengkonsumsi kunyit karena dapat menyumbat aliran empedu dan ulkus lambung. Dilarang mengkonsumsi kunyit dalam dosis besar karena menyebabkan gangguan pada hati. Hentikan minum ramuan kunyit bila darah haid keluar semakin banyak.
4.1.31 Lempuyang
Nama latin : Zingiberaceae
Nama Lain : Lempuyang kapur
Deskripsi : Tumbuh dengan tinggi 1 m, batang berupa kumpulan pelepah dan berseling di atas tanah berwarna hijau. Memiliki daun tunggal yang membentuk batang semu. Panjang daun 3 cm dan lebar 7 cm, ujung daunnya berbentuk runcing dan berambut di permukaan atas. Memiliki bunga berebentuk bulat telur berwarna merah. Biasanya tumbuh pada ketinggian 1-1.200 mdpl di dataran yang basah.
Kandungan : Limonen
Tumbuhan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan masuk angin dan gatal-gatal dengan cara:
1. Masuk angin
Ambil 2 rimpang lempuyang, dicuci lalu diparut. Setelah itu diperas dan disaring. Tambahkan 2 sendok madu dan ½ gelas air, peras dan minum airnya.
2. Gatal-gatal
Ambil rimpang lempuyang seibu jari, dicuci lalu diparut. Tambahkan ½ gelas air, peras lalu minum sekali sehari.
BAB V
PENUTUP
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Tumbuhan liar yang hidup di lingkungan sekitar sangatlah bermanfaat
b. Dalam situasi darurat, sebaiknya berpikir positif dan tetap tenang
c. Pengetahuan tentang tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat sangatlah diperlukan oleh seorang penggiat alam bebas
d. Alam menyediakan berbagai macam vegetasi yang sangat bermanfaat bagi manusia
e. Dalam kondisi darurat ingatlah apa yang dipertaruhkan
f. Masih banyak lagi tumbuhan liar di alam sekitar yang memiliki banyak fungsi dan kegunaan bagi manusia.
5.2 Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan yaitu:
1. Mulailah tumbuhkan keinginan untuk belajar tentang tumbuhan di alam sekitar
2. Jagalah kelestarian alam karena alam menyediakan berbagai vegetasi yang sangat bermanfaat bagi manusia
3. Jangan menyepelekan alam
4. Belajarlah untuk menambah wawasan
5. Semangatlah dalam menjalani hidup.
ISTILAH KIMIA
Acetaminophen atau paracetamol merupakan obat yang paling laku dan paling banyak dikonsumsi orang selain Amoxicillin. Setiap kali menderita demam, paracetamol sudah pasti akan menjadi obat yang paling dicari untuk menurunkan panas badan. Kalau di dunia blog kita sering mendengar istilah seleb blog maka di dunia obat, paracetamol bisa kita masukan ke dalam seleb drug alias seleb obat.
Akromegali adalah suatu penyakit di mana seseorang mengalami kelainan pada jumlah hormon pertumbuhan yang berlebihan.[1] Akromegali disebabkan oleh kelenjar hipofisis yang terlalu banyak memproduksi hormon pertumbuhan dari waktu ke waktu.
Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini.[1]
Anetol adalah suatu senyawa organik yang luas digunakan sebagai bahan perasa. Struktur kimia senyawa ini merupakan turunan dari kelompok senyawa fenilpropena, suatu jenis senyawa aromatik yang banyak terdapat dari sumber alami, yaitu di dalam minyak esensial.
Asam klorogenat adalah senyawa golongan fenilpropanoid yang tersebar luas di berbagai bagian dari banyak tumbuhan dan biasanya terdapat dalam jumlah yang mudah dilacak.
Asam malat adalah asam hidroksi (mengandung oksigen) yang didapatkan sebagai zat seperti sirop atau kristal dan memiliki rasa asam yang kuat namun menyenangkan. Zat ini terdapat di banyak buah seperti dalam apel hijau, kismis, dll.
Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Asam dikarboksilat paling sederhana ini biasa digambarkan dengan rumus HOOC-COOH.
Asam sianida (HCN) adalah senyawa berbentuk cairan yang mudah menguap, biasa digunakan dalam pembuatan asetonitril yang kemudian digunakan untuk produksi serat akrilik, karet sintetis, dan plastik.[6] Sianida juga digunakan dalam berbagai proses kimia, seperti fumigasi, pengerasan besi dan baja, elektroplating, dan pemurnian bijih. Di alam, bahan - bahan yang mengandung sianida terdapat dalam beberapa biji buah, seperti lubang ceri dan biji apel.
Bioetanol merupakan bahan bakar dari tumbuhan yang memiliki sifat menyerupai minyak premium (Khairani,2007). Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses distilasi. Proses distilasi dapat menghasilkan etanol dengan kadar 95% volume, untuk digunakan sebagai bahan bakar (biofuel) perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99 % yang lazim disebut fuel grade etanol.
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Cannabinol (CBN) adalah lemah psikoaktif cannabinoid ditemukan hanya dalam jumlah jejak dalam Cannabis sativa dan Cannabis indica . Jumlah farmakologi yang relevan dibentuk sebagai metabolit dari tetrahydrocannabinol (THC).
Diuretik Osmotik (manitol) adalah diuretik yang mempunyai efek meningkatkan produksi urin, dengan cara mencegah tubulus mereabsorbsi air dan meningkatkan tekanan osmotic di filtrasi glomerulus dan tubulus.
Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi.
Fenol adalah sekelompok senyawa organik yang gugus hidroksinya (-OH) langsung melekat pada karbon cincin benzene. Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil.
Fitosterol adalah kelompok steroid alkohol, fitokimia yang ada secara alami di dalam tumbuhan dan tidak ditemukan pada mamalia. Sesudah dipurifikasi, fitosterol tampak sebagai bubuk putih dengan bau lembut yang khas. Senyawa ini tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam alkohol.
Flavonoid adalah senyawa yang terdiri dari 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan. Lebih dari 2000 flavonoid yang berasal dari tumbuhan telah diidentifikasi, namun ada tiga kelompok yang umum dipelajari, yaitu antosianin, flavonol, dan flavon.
Glukosa (GLC) adalah monosakarida (atau gula sederhana) dengan rumus kimia C6H12O6. Ini adalah gula utama yang bebas beredar dalam darah hewan tingkat tinggi, dan bahan bakar yang disukai oleh otak dan sistem saraf, serta sel-sel darah merah (eritrosit).
Hepatomegali adalah penyakit yang diakibatkan oleh terjadinya pembesaran ukuran organ hati yang melebihi ukuran normalnya. Kondisi ini dapat dipicu oleh penyakit di hati ataupun di luar hati. Hepatomegali harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan fungsi hati yang dapat berdampak kepada peran organ tubuh lainnya, seperti proses pembersihan darah kita dari zat kimia berbahaya.
Iridoid adalah zat bioaktif yang sangat bermanfaat untuk tubuh, Iridoid telah diteliti bersifat adaptogen pada tubuh manusia, yaitu secara tidak spesifik bermanfaat hanya pada satu masalah kesehatan, melainkan beradaptasi terhadap "SELURUH MASALAH KESEHATAN MANUSIA DAN SEMUA MAKHLUK HIDUP".
Kalium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atom 19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah. Secara alami, kalium ditemukan sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau mineral lainnya.
Kapsaisin (8-metil-N-vanilil-6-nonenamida) termasuk di dalam Kapsaisinoid, yaitu zat kimia yang menimbulkan rasa pedas yang ada dalam tumbuh-tumbuhan, seperti cabai.
Kongenital adalah hadir pada kelahiran (bawaan lahir), penyebabnya mungkin genetik atau non-genetik (infeksi, kimia, fisik).
Metabolisme (bahasa Yunani: μεταβολισμος, metabolismos, perubahan) adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk yang terjadi di tingkat selular.
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion poliatomik.
Nikotina merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, khususnya pada rokok. Nikotina memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotina tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker.
Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur.
Protease, disebut juga peptidase atau proteinase, merupakan enzim golongan hidrolase yang akan memecah protein menjadi molekul yang lebih sederhana, seperti menjadi oligopeptida pendek atau asam amino, dengan reaksi hidrolisis pada ikatan peptida.
Pyridoxine atau piridoksina adalah nama lain dari vitamin B6, salah satu jenis vitamin B-compleks. Piridoksin dalam bentuk Piridoksal fosfat (PLP) adalah bentuk aktif dari vitamin B6 dan merupakan kofaktor dalam berbagai reaksi metabolisme asam amino, termasuk diantaranya proses transaminasi, deaminasi, dan dekarboksilasi. PLP juga diperlukan dalam reaksi enzimatis yang mengatur proses pelepasan glukosa dari glikogen.
Resin adalah eksudat (getah) yang dikeluarkan oleh banyak jenis tetumbuhan, terutama oleh jenis-jenis pohon runjung (konifer). Getah ini biasanya membeku, lambat atau segera, dan membentuk massa yang keras dan, sedikit banyak, transparan.
Sakarosa sa.ka.ro.sa Nomina (kata benda) gula majemuk yang tersusun dari gabungan dua jenis gula sederhana (glukosa dan fruktosa); sukrosa: yang membuat manis gula tebu.
Saponin adalah senyawa aktif permukaan yang kuat dan menimbulkan busa bila dikocok dengan air. Beberapa saponin bekerja sebagai antimikroba. Dikenal juga jenis saponin yaitu glikosida triterpenoid dan glikosida struktur steroid tertentu yang mempunyai rantai spirotekal.
Selulosa merupakan komponen struktural utama dinding sel dari tanaman hijau, banyak bentuk ganggang dan Oomycetes. Beberapa spesies bakteri mengeluarkan itu untuk membentuk biofilm. Selulosa adalah senyawa organik yang paling umum di Bumi.
Solanin adalah racun kelompok glikoalkaloid (artinya memiliki unit alkaloid yang bergabung dengan unit gula). Solanin ditemukan pada tumbuh-tumbuhan kelompok solanaceae, misalnya kentang (Solanum tuberosum). Senyawa ini dapat muncul secara alami pada bagian tumbuhan manapun, termasuk daun, buah, dan umbi.
Splenomegali adalah pembesaran limpa, keadaaan ini biasanya terjadi akibat proliferasi limfosit dalam limpa karena infeksi di tempat lain tubuh.[1][2] Cara mengukurnya atau satuannya menggunakan Schuffner I sampai Shuffner VIII dengan cara membagi jarak antara tiga buat titik pada dinding perut dalam 8 bagian.[2]
Sulphur adalah non-logam multivalent, berlimpah, hambar dan dan tidak berbau. Dalam bentuk sulfur asli adalah kristal kuning solid. Di alam terjadi sebagai unsur murni atau sebagai sulfida dan sulfat mineral.
Tanin (atau tanin nabati, sebagai lawan tanin sintetik) adalah suatu senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang bereaksi dengan dan menggumpalkan protein, atau berbagai senyawa organik lainnya termasuk asam amino dan alkaloid.
DAFTAR PUSTAKA
Dalimartha, Setiawan, Dr., Ensiklopedia Tanaman Obat Indonesia (Jakarta: Dinamika Media, 2008)
https://alidesta.wordpress.com/2015/03/17/mengenal-tumbuhan-survival/
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakitumum
http://mediskus.com/penyakit/diare-penyebab-pengertian-gejala
https://obatnaturals.blogspot.com/2014/08/37-tanaman-obat-dan-resep-alami.html
https://obatnaturals.blogspot.co.id/2014/08/37-tanaman-obat-dan-resep- alami.html
http://pengertiandefinisi.com/pengertian-infeksi-dan-cara-mengatasi-infeksi-luka-luar/
http://scoutpenjelajah.blogspot.co.id/2013/03/tanaman-berbunga-ini-tumbuh-di-alam.html
http://survivalrizam.blogspot.com/2015/09/Materi-survival-pecinta-alam.html
http://survivalrizam.blogspot.co.id/2015/09/Materi-survival-pecinta-alam.html
http://www.alodokter.com/demam/
https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=8093V-ngJYSMvQTlwZ2IBw#q=teori+botani+menurut+para+ahli+
Makalah Survival Evi Sitepu “Jenis Jamur Yang Layak Dikonsumsi Oleh Survivor Di Hutan Gunung Sibolangit”































SPESIAL PROMO UNTUK MEMBER SETIA SAHABATKARTU
BalasHapus- Minimal DP & WD Cuma Rp. 20.000
- BONUS CASHBACK 0.5% Setiap Senin
- REFERRAL 15% ( OTOMATIS )
- 100% ADMIN + 100% FAIR PLAY
- JACKPOT HARIAN HINGGA JUTA RUPIAH
Livechat : Sahabatkartu*biz
PIN BB : 2BCDBEE2
Whatsapp : +85581734028
Dapatkan PROMO Bonus Di SAHABATKARTU
BalasHapus- Bonus Rollingan 0,5%
- Bonus Referal 15%
Ayo gabung sekarang juga..!
SILAKAN HUBUNGI CS KAMI DI :
Livechat : www*sahabatkartu*biz
W.A : +85581734028
PIN BB : 2BCDBEE2
SAHABATKARTU | AGEN BANDARQ | BANDARQ ONLINE | ADUQ ONLINE | DOMINO99 TERBAIK