Berbahagialah sebab benalu yang selama ini mengerumuni tubuhmu telah lepas
Berbahagialah sebab tali yang mengikat kebebasanmu telah putus
Berbahagialah sebab tangisan yang selama ini menggerogoti kepalamu telah hilang
Berbahagialah sebab pengganggu yang merusak jiwamu telah pergi!
Lalu jadilah emosi yang hebat, putus asa memenuhi pikirannya!
Ia melepas induk yang memberinya hidup sekian lama
Walau sakit, Ia tetap berterima kasih pernah diterima dengan baik
Sadar selama ini Ia hanya benalu pengganggu, Ia lalu memutuskan pergi dan lalu mati!
"Tiada angin tiada hujan!" ucapmu
Ya, kau benar! Tapi sampai kapan kau akan menghadapi jiwa menjengkelkan itu
Sampai kapan engkau rela dihancurkan perlahan
Sampai kapan?? Hingga kau lupa mengejar impianmu!
Haruskah menunggu sampai racunnya menusuk ke tulang tulangmu hingga membuatnya remuk?
Tidak harus berlinang air mata untuk mengungkapkan kesedihannya!
Ya, Ia sedih walau Ia yang memberi luka
Ada ketidakwajaran dalam adegan ini
Semua terasa janggal namun lagi lagi Ia hanya membisu sembari angin malam menerpa tubuhnya!
Tolong! Jangan sesali dan jangan kau usik!
Benalu tak lebih berharga dari impianmu!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar