Bagai memainkan piano, lembut jemari menyentuh roman di muka
Dekat dan semakin dekat! Darah mengalir kian deras
Bercampur aduk namun indah.
Fatamorgana atau bukan itu urusan belakang
Saat ini berbahagia saja dahulu
Bagai memainkan piano, lembut jemari telusuri celah demi celah lima serangkai
Rapat dan semakin rapat! Pikiran tak lagi jernih
Astaga! Demi apa surga dunia terlihat lebih awal?
Sungguh pemandangan ini tak mampu terelakkan, terlalu indah!
Bagai memainkan piano, lembut jemari masuk dalam belukar
Nyaman dan semakin nyaman! Dari ujung rambut hingga ujung kaki terus terang memuja ciptaan Mu ya!
Patut disyukuri!
Bila diperkenankan biar lah ini bukan sekedar bunga tidur
Baiknya ini ialah nyata
Bila pun bunga tidur, jangan lagi terjaga
Terus terang ini begitu menyenangkan
Roman yang menjadi nafas hidup, biarlah menetap!
Ini rumah tempat berpulang, datanglah kapan saja dan lalu menyatu di ujung pengharapan.
-ketidakmungkinan yang selalu ku semogakan-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar