Tentang Aku Yang Sedang Sakit


Rindu terbalut luka yang teramat dalam, rindu yang menjadikan hari hari menjadi kelam, rindu yang susah dilupakan dan berkepanjangan.

Tenang, tenang, biarkan hujan reda sendirinya,  hujan kan menghapus luka, hujan takkan menyisakan noda.

Kuatkan kaki ku, kali ini aku terjatuh ke dasar kejenuhan yang teramat dalam, dasar dari segala penderitaan, dasar yang berujung kematian.

Melipat tangan pun rasanya sudah enggan, enggan sebab aku seorang yang lupa Tuhan ini, sebab aku lebih memilih jalanku sendiri dituntun ego serta pikiran yang berantakan.

20 tak lagi semulus perjalanan masa kecil yang masih bisa tertawa bebas diantara rumput ilalang, tantangan terbesar hanya buku mata pelajaran hitungan.

Kakiku enggan melangkah keluar dari tempat ini, sesuatu yang berat menahannya. Kutarik lalu kakiku perlahan membiru, tidak sesakit jatuh ke jurang memang, tapi aku masih enggan.

Lagi lagi harus kutanya, kenapa, mengapa, bagaimana?

Aku tidak siap menuju ujung jalan disana, aku ingin berhenti sejenak, aku ingin bersahabat dengan angin dan hujan, aku tidak akan kemana mana.

Sakit ini harus diobati, maklumilah waktunya kan cukup lama. Tunggulah sebentar, bersabarlah, aku pasti pulang!

CUTRALSS
Medan, 21 Maret 2018 pukul 00.47 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar